teks berjalan

Gagal dalam sebuah pertempuran akan lebih ksatria, daripada gagal sebelum sempat menarik pedang.

Jumat, 18 Februari 2011

makalh bahasa arab


KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberilesaikan makalah nikmat
kepasa kita, Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad
SAW. Nabi yang telah membawa kita dari jaman kegelapan, ke jaman yang terang benderang seperti tuk
menyelesaikan makalah ini.

Alhamdulillah setelah beberapa hari kami berusaha untuk menyelesaikan makalah ini, akhirnya
selesai juga. Makalah yang berjudul “MUSTASNA BI ILLA” terima kasih kepada Al-Mukarom Bapak
Nur Kholid yan g telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menyelesaikan makalah
ini,walaupun banyak kesalahan kesalahan dari kami dalam menyelesaikan makalah ini dan kami tak lupa
pula meminta maaf sebesar besarnya





Hormat kami

Penulis

DAFTAR ISI


1.Kata pengantar........................................................................
2.Daftar isi.................................................................................
3.Materi pembahasan.................................................................
4.Kesimpulan..............................................................................
5.Penutup....................................................................................














MATERI PEMBAHASAN
MUSTASNA BI ILLA “

A.PENGERTIAN ISTISNA


Isim yang terletak sesudah illa/salah satu saudara saudaranya”
B. MACAM HURUF ISTISNA
Huruf istisna ada delapan macam,yaitu sebagai berikut
  1. : KECUALI
  2. : SELAIN
  3. : SELAIN
  4. : SELAIN

C.MUSTASNA BI ILLA

Isim yang terletak sesudah “
Contoh:
Dengan melihat contoh di atas ,maka mustasna bi illa yang di nashab kan memiliki syarat syarat sebagai berikut:
1.KALAM TAM(kalam yang sempurna)

kalam yang di sebutkan mustasna dan mustasna minhu nya”
2.MUJAB



Kalam mutsbat,yaitu kalam yang tidak di sisipi nafi,nahi,dan tidak pula istifham”.
Contoh: -
-
Jika tidak memenuhi persyaratan di atas maka:
1.

Apabila kalam tersebut kalam lagi manfi(di nafi kan),maka lafazh mustasnanya bolej di nashab kan karena istisna dan boleh di badal kan (bergantung kepada i’rob mustasna minhu nya)
Contoh;

Lafazh zaid boleh di nashab kan karena istisna dan di badal kan memakai harokat dhammah karena mustasna minhu nya
2.

kalau kalamnya naqish/kurang(yang tidak di terangkan mustasna minhu nya),maka i’rob mustasna nya bergantung kepada ‘amil nya yang ada
Contoh : 1.
Lafazh zaid harus di rafa’ kan karena sebagai fa’il dari lafazh
2.
Lafazh zaid harus di nashab kan karena sebagai maf’ul
3.
Lafazh zaid harus di jar kan oleh ba


KESIMPULAN
Mustasna bi illa yaitu


Isim yang terletak sesudah illa/salah satu saudara saudaranya”

syarat syarat mustasna bi illa yang di nashab kan yaitu
1.KALAM TAM(kalam yang sempurna)

kalam yang di sebutkan mustasna dan mustasna minhu nya”
2.MUJAB



Kalam mutsbat,yaitu kalam yang tidak di sisipi nafi,nahi,dan tidak pula istifham”.





MAKALAH
MUSTASNA BI ILLA
DI SUSUN OLEH:
1.AHMAD KHOTIM
2.AFWA NOOR ISTIQOMAH
3.ANNA ISTI'ANAH
4.ALDI HARUN
5.ANNISA
6.AISYAH

MAN PURWOKERTO 1
T A H U N P E L A J A R A N 2010/2011

PENUTUP

ALHAMDULILLAH Tak bosan bosan nya kami sebagai penulis mengucakan puji
syukur kepada Alloh yang telah meridhoi kami untuk menyelesaikan makalah ini.Kami meminta
maaf untuk kesekian kali apabila banyak kesalahan kesalahankamidalam menyelesaikan tugas
makalah ini karena ada hadist yang bahwasanya الخطأ الإنسان مكان وتنسى manusia adalah tempat salah dan
lupa


Tidak ada komentar:

Posting Komentar