teks berjalan

Gagal dalam sebuah pertempuran akan lebih ksatria, daripada gagal sebelum sempat menarik pedang.

Senin, 07 Februari 2011

Mesir Berangsur Normal


Mesir Berangsur Normal

image
SM/Reuters BERANGSUR NORMAL: Kondisi di Kairo mulai berangsur normal, kemarin. Pekerja mulai menyapu jalan membersihkan batu-batuan sisa dari para demonstran di sekitar Lapangan Tahrir. Warga sudah mulai bekerja, pasar dan bank telah dibuka.  (46)
KAIRO - Kehidupan di Mesir berangsur pulih, kemarin. Warga memadati bank-bank yang telah kembali beroperasi. Sementara itu, pemerintah dan oposisi sepakat untuk segera mengkaji reformasi konstitusi.
Kubu oposisi, termasuk Ikhwanul Muslimin (IM), kemarin bertemu dengan Wakil Presiden Omar Suleiman setelah 13 hari aksi protes menuntut pengunduran diri Presiden Hosni Mubarak. Ini merupakan kali pertama IM berdialog dengan pemerintah.
Kendati menyatakan skeptis terhadap niat baik pemerintah, oposisi mengatakan akan mengaji usulan reformasi konstitusi yang ditawarkan. Mereka meminta, pemerintah menunjukkan niat baiknya dengan mencabut status darurat militer dan intimidasi terhadap media. Jam malam telah diberlakukan selama 29 tahun.
Suleiman mengatakan, pemerintah sepakat memberikan kebebasan pers dan membebaskan para tahanan yang ditangkap dalam aksi protes antipemerintah. Dia juga berjanji akan menarik pemberlakuan darurat militer jika keamanan telah terkendali.
Kelompok oposisi menginginkan agar Mubarak segera mundur. Namun tuntutan itu ditolak. Mubarak bersikukuh akan tetap menjabat hingga masa jabatannya berakhir pada September mendatang lantaran khawatir akan pecah kerusuhan jika dia mengundurkan diri.
Suleiman menjadi tuan rumah perundingan antara pemerintah dan partai oposisi, termasuk Wafd dan Tagammu. Dilaporkan, suara oposisi terbelah. Tokoh oposisi kunci Mohamed ElBaradei tidak hadir dalam perundingan tersebut.
Komite Bersama
Televisi pemerintah melaporkan, pemerintah dan oposisi sepakat membentuk komite bersama yang bertugas menyusun amandemen Undang-Undang.
Mereka mengatakan sepakat menolak intervensi asing dan akan bekerja sama mewujudkan transisi kekuasaan yang damai.
Ajakan berdialog telah disampaikan Suleiman pekan lalu. Dia mengatakan bahwa tawaran itu merupakan kesempatan berharga bagi IM. Essam el-Erian, anggota IM, mengatakan daya cengkeram kekuasaan Mubarak telah melemah.
“Kami berdialog dengan wakil presiden guna melihat apa agenda yang akan dilakukan untuk membawa negeri ini kepada stabilitas, keamanan, dan demokrasi,’’ kata Mr El-Erian. ‘’Ini tujuan dan tuntutan rakyat. Melanjutkan demonstrasi bisa menekan pemerintah agar mempercepat agenda itu.’’ IM sebelumnya mengatakan tidak akan ambil bagian dalam negosiasi.
Rashad Bayoumi, anggota senior IM, menunjukkan “atmosfir yang positif” dalam sesi wawancara dengan televisi Al Arabiya. Televisi itu menayangkan gambar Suleiman yang sedang memimpin pertemuan dengan latar foto Mubarak di belakangnya.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton mengatakan dia mendukung keterlibatan  IM dalam dialog tersebut. Namun dia akan ‘’melihat lebih jauh’’ bagaimana hasil dialog itu. IM merupakan kelompok oposisi paling berpengaruh Mesir. Kendati tidak diakui pemerintah, IM menjadi oposisi yang paling tergornasir dan memiliki jaringan akar rumput.
Mubarak menuding IM bertanggung jawab atas rusuh yang terjadi. Menurutnya, kelompok itu memanfaatkan situasi untuk menciptakan kerusuhan politik. IM membantah tuduhan bahwa kelompoknya berniat membentuk negara Islam di Mesir.
Sementara itu sejumlah bank kemarin telah kembali dibuka. Antrean panjang tampak di setiap bank. Bank-bank tersebut sebelumnya ditutup selama sepekan menyusul demo massa di jalan-jalan Kairo dan kota lainnya. Ratusan bank di seantero negeri itu dibuka tepat pukul 10.00 waktu setempat dan tutup pukul 13.30. Nilai transaksi kemarin mencapai 36 miliar dolar AS. Sejumlah warga mengaku kecewa karena gagal menarik uang dari bank lantaran panjangnya antrean.
Bursa saham, kemarin, belum dibuka kembali. Pejabat mengatakan bursa masih akan tutup hingga hari Selasa. Pemerintah memperingatkan, aksi protes bisa memperpanjang ketidakstabilan politik dan ekonomi di negara tersebut.
Kendati demikian ribuan demonstran, kemarin, masih bertahan di Tahrir Square. Para demonstran mengatakan, mereka akan mengintensifkan aksi selama 12 hari untuk menandai “Hari Martir” bagi mereka yang tewas dalam unjuk rasa. Sedikitnya 300 orang tewas dalam aksi protes antipemerintah sepanjang dua pekan terakhir.
Amerika menyerukan transisi damai, meski tidak secara eksplisit meminta Mubarak mundur. Negara itu juga mengimbau agar semua pihak mau berunding. Namun Sabtu lalu muncul kebinguan setelah utusan khusus AS untuk Mesir, Frank Wisner, mengatakan bahwa Mubarak ‘’harus tetap berkuasa’’ untuk mengawal transisi. Sebelumnya Washington mendesak agar Mubarak segera mengumumkan pengunduran diri.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan pernyataan itu merupakan pernyataan pribadi Wisner. Dikatakan, Wisner mengatakan itu tanpa berkoordinasi dengan pemerintah AS. Mubarak mengundurkan diri dari partai berkuasa Partai Nasional Demokrat Jumat waktu setempat. Hal serupa dilakukan Gamal, putra Mubarak yang sebelumnya menjabat sebagai sekjen.
Evakuasi Lamban
Tutupnya toko-toko yang menjual kebutuhan logistik di Mesir akibat unjuk rasa massa pro dan kontra Presiden Hosni Mubarak membuat mahasiswa Indonesia kehabisan stok makanan.
Para mahasiswa pun mulai kelaparan. Bantuan logistik dari Pemerintah Indonesia baru tiba Sabtu (5/2) sore waktu setempat dan langsung habis dibagikan.
Menurut sekretaris Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir, Itho Atho’illah, mahasiswa yang berada di Nasr City terpaksa mengonsumsi mie instan yang dikirim oleh Pemerintah Indonesia. Mie instan tersebut dibawa menggunakan pesawat Garuda yang digunakan juga untuk mengevakuasi warga negara Indonesia. ”Kami telah menerima 1.300 kardus mie instan dan 90 kardus nasi instan dan langsung kita bagikan ke 17 organisasi persatuan pelajar atau sekitar 3.800 orang,” ujarnya.
Pembagian logistik, menurut mahasiswa jurusan ushuludin Universitas Al Azhar ini belum terkendala. Sebab, teknis pembagian kepada warga negara Indonesia (WNI) terpusat pada organisasi masing-masing atau biasa disebut dengan ”kekeluargaan”.
Ketua Kekeluargaan Masyarakat Jawa Tengah, Abdullah Munif (25) mengatakan, beberapa mahasiswa asal Jawa Tengah memilih untuk tidak keluar dari rumah dalam empat hari ini. Menurutnya, selain karena masalah visa, faktor keamanan, juga imbas dari pernyataan Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta yang di-relay oleh media di Mesir.
Anis Matta menyatakan bahwa mahasiswa Indonesia ikut membantu demo anti Mubarak, padahal kenyataan menurut Munif, tidak ada.”Pernyataan dia (Anis Matta) membuat kami yang di sini tambah resah dan jengkel. Jangan asal berkomentar kalau tidak tahu kondisi sebenarnya,” tegas Munif, yang juga ketua Kelompok Studi Walisongo itu. Munif tahun ini akan wisuda.
Itho menambahkan, dibandingkan dengan Malaysia, proses evakuasi yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia sangat lamban. Malaysia hingga saat ini sudah mengevakuasi 6.800 orang dari total 11 ribu warganya.
”Sabtu kemarin dua pesawat Garuda, tapi Minggu (6/2) ini hanya satu pesawat. Untuk satu pesawat pun hanya memuat 420 orang. Jumlah total WNI yang sudah dievakuasi sampai hari ini mencapai 1.250 orang dari 6.100 orang. Jadi masih ada 4.850 orang. Dalam kondisi darurat seperti ini dibutuhkan penanganan evakuasi secara khusus,” jelas warga Jombang, Jawa Timur ini. (rtr,bbc,ap-mn,mad-66,43)


M

Tidak ada komentar:

Posting Komentar