Radiasi Terdeteksi Kapal Induk AS
- PLTN Jepang Meledak Lagi : 11 Pekerja Terluka

| SM/Reuters LEDAKAN PLTN: Sekuel gambar memperlihatkan ledakan yang terjadi di kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi, Jepang, Senin (14/3), diambil dari hasil rekaman video.(30) |
FUKUSHIMA - Ledakan hidrogen kedua terjadi di PLTN Fukushima Daiichi, Senin pagi kemarin. Ledakan itu menimbulkan asap tebal yang membubung tinggi ke udara dan mencederai 11 pekerja di pembangkit listrik tersebut.
Beberapa jam kemudian, Amerika Serikat langsung memerintahkan pasukannya yang berada di perairan agar menjauh dari PLTN itu setelah mendeteksi adanya radiasi level rendah di kawasan tersebut.
Kapal induk USS Ronald Reagan mendeteksi adanya radiasi tersebut ketika berada di posisi 160 km dari garis pantai, namun belum jelas apakah ledakan itu menyebabkan kebocoran atau tidak.
Ledakan terasa dari jarak 40 km namun pihak operator PLTN menegaskan tingkat radiasi di dalam reaktor masih dalam batas aman. Sekretais Kabinet Yukio Edano menjelaskan, ledakan terjadi di Reaktor Unit 3 di PLTN Fukushima Daiichi padahal upaya pendinginan dengan air laut sudah dilakukan setelah terjadi kerusakan sistem akibat gempa dan tsunami Jumat lalu yang sejauh ini telah menewaskan 10.000 orang.
Para ilmuwan internasioal menerangkan, ledakan tersebut menimbulkan bahaya yang serius namun sangat kecil kemungkinan menimbulkan bencana fatal seperti di Chernobyl. Menurut mereka, PLTN Chernobyl tidak memiliki ruang penahan di sekitar reaktor.
“Kemungkinannya adalah akan terjadi bumbungan api seperti di Chernobyl. Pelepasan radiasi ke lingkungan dalam skala besar rasa-rasanya tidak mungkin,” ungkap James F Stubbins, ilmuwan energi nuklir di Universitas Illinois.
Tetap KhawatirBeberapa jam kemudian, Amerika Serikat langsung memerintahkan pasukannya yang berada di perairan agar menjauh dari PLTN itu setelah mendeteksi adanya radiasi level rendah di kawasan tersebut.
Kapal induk USS Ronald Reagan mendeteksi adanya radiasi tersebut ketika berada di posisi 160 km dari garis pantai, namun belum jelas apakah ledakan itu menyebabkan kebocoran atau tidak.
Ledakan terasa dari jarak 40 km namun pihak operator PLTN menegaskan tingkat radiasi di dalam reaktor masih dalam batas aman. Sekretais Kabinet Yukio Edano menjelaskan, ledakan terjadi di Reaktor Unit 3 di PLTN Fukushima Daiichi padahal upaya pendinginan dengan air laut sudah dilakukan setelah terjadi kerusakan sistem akibat gempa dan tsunami Jumat lalu yang sejauh ini telah menewaskan 10.000 orang.
Para ilmuwan internasioal menerangkan, ledakan tersebut menimbulkan bahaya yang serius namun sangat kecil kemungkinan menimbulkan bencana fatal seperti di Chernobyl. Menurut mereka, PLTN Chernobyl tidak memiliki ruang penahan di sekitar reaktor.
“Kemungkinannya adalah akan terjadi bumbungan api seperti di Chernobyl. Pelepasan radiasi ke lingkungan dalam skala besar rasa-rasanya tidak mungkin,” ungkap James F Stubbins, ilmuwan energi nuklir di Universitas Illinois.
Meski pihak yang berwenang menjamin tidak akan terjadi bencana besar akibat krisis nuklir itu, banyak warga masih tetap merasa khawatir dengan keadaan tersebut. “Pertama, saya sudah dibuat takut dengan gempa bumi, sekarang saya merasa khawatir dengan radiasi radioaktif,” ungkap Kenji Koshiba, pekerja bangunan yang tinggal di dekat PLTN Fukushima. Dia berbicara di pusat penampungan korban bencana di Koriyama, sekitar 60 km dari lokasi PLTN.
Para petugas di PLTN itu sebenarnya tahu luapan air laut dapat menyebabkan peningkatan tekanan di dalam ruang penyangga atau penahan reaktor dan berpotensi menimbulkan ledakan, namun mereka tidak mempunyai pilihan lain untuk menghindarinya.
Akibatnya, hidrogen dalam uap yang dilepas bercampur dengan oksigen di udara sehingga menimbulkan ledakan. Yukio Edano menegaskan, ruang penahan bagian dalam yang melingkupi Reaktor Unit 3 masih utuh dan tidak bocor. Hal itu langsung melegakan publik yang khawatir akan risiko penyebaran radiasi di lingkungan. Kendati ruang penahan bagian dalam tidak rusak, bangunan luar di sekitar reaktor hancur dan hanya menyisakan kerangkanya saja.
Risiko KetigaPara petugas di PLTN itu sebenarnya tahu luapan air laut dapat menyebabkan peningkatan tekanan di dalam ruang penyangga atau penahan reaktor dan berpotensi menimbulkan ledakan, namun mereka tidak mempunyai pilihan lain untuk menghindarinya.
Akibatnya, hidrogen dalam uap yang dilepas bercampur dengan oksigen di udara sehingga menimbulkan ledakan. Yukio Edano menegaskan, ruang penahan bagian dalam yang melingkupi Reaktor Unit 3 masih utuh dan tidak bocor. Hal itu langsung melegakan publik yang khawatir akan risiko penyebaran radiasi di lingkungan. Kendati ruang penahan bagian dalam tidak rusak, bangunan luar di sekitar reaktor hancur dan hanya menyisakan kerangkanya saja.
Tokyo Electric Power Co yang mengoperasikan PLTN itu menyatakan, tingkat radiasi di Unit 3 berada di bawah ambang batas bahaya. Artinya, pihak operator tidak perlu menyampaikan laporan kepada pemerintah. Ledakan serupa terjadi Sabtu lalu di Unit 1 PLTN Fukushima Daiichi, mencederai empat pekerja dan memaksa evakuasi massal.
Tak lama setelah ledakan Senin kemarin, Tokyo Electric menyatakan pihaknya belum mampu melakukan pendinginan terhadap Reaktor Unit 2 yang juga mengalami kerusakan sistem.
Takako Kitajima, pejabat perusahaan itu, menerangkan para pekerja sedang mempersiapkan penginjeksian air laut ke unit tersebut untuk mendinginkan reaktor. Tindakan itu juga berisiko menimbulkan ledakan.
Jepang mengumumkan status keadaan darurat di enam reaktor di Fukushima setelah gempa dan tsunami merusak sistem pendingin utama dan generator-generator cadangan. Tiga reaktor di kompleks Fukushima Daiichi sementara tiga lainnya di Fukushima Daini.
Lebih dari 180.000 orang telah dievakuasi dari kawasan itu dan sekitar 160 orang terdeteksi radiasi. Jutaan orang hidup tanpa listrik, air bersih, dan makanan memadai padahal kondisi udara saat ini sangat dingin. (rtr-sep-38)
Tak lama setelah ledakan Senin kemarin, Tokyo Electric menyatakan pihaknya belum mampu melakukan pendinginan terhadap Reaktor Unit 2 yang juga mengalami kerusakan sistem.
Takako Kitajima, pejabat perusahaan itu, menerangkan para pekerja sedang mempersiapkan penginjeksian air laut ke unit tersebut untuk mendinginkan reaktor. Tindakan itu juga berisiko menimbulkan ledakan.
Jepang mengumumkan status keadaan darurat di enam reaktor di Fukushima setelah gempa dan tsunami merusak sistem pendingin utama dan generator-generator cadangan. Tiga reaktor di kompleks Fukushima Daiichi sementara tiga lainnya di Fukushima Daini.
Lebih dari 180.000 orang telah dievakuasi dari kawasan itu dan sekitar 160 orang terdeteksi radiasi. Jutaan orang hidup tanpa listrik, air bersih, dan makanan memadai padahal kondisi udara saat ini sangat dingin. (rtr-sep-38)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Tidak ada komentar:
Posting Komentar